Contoh Tugas Mandiri Modul Profesional PAI

4 minute read
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

Ikuti Channel Info PPG Kemenag 2025 klik 👉 bit.ly/4eXRBI1 (GRATIS)
Follow Tiktok kami, klik 👉 


GRUP WA PPG Kemenag 2025-Batch 1
klik 👇

Pendaftaran Bimbingan PPG Kemenag 2025 - Batch 1

Apa kata mereka yang telah lulus?  klik 👉 


Setelah selesai membaca dan mempelajari topik secara mandiri, mahasiswa membuat tugas mandiri yang ditulis dalam bentuk word, kemudian copy paste di LMS. Adapun tugas yang diminta adalah:

1. Peta konsep atau Gagasan apa saja yang anda temukan dari Topik 1 sd. Topik 8. Sebutkan kurang lebih 5 gagasan dan mohon dijelaskan dalam satu dua alinea.

2. Materi/konsep apa saja dalam topik tersebut yang menurut anda menimbulkan miskonsepsi/salah mengerti dari Topik 1 sd. Topik 8.


1. Peta Konsep atau Gagasan dari Topik 1 - 8

  1. Pentingnya Memahami Ayat Muhkamat dan Mutasyabihat
    Ayat Muhkamat memiliki makna yang jelas dan tegas, sedangkan ayat Mutasyabihat mengandung makna simbolis yang membutuhkan penafsiran lebih lanjut. Pemahaman terhadap kedua jenis ayat ini membantu dalam menghindari salah tafsir dan memastikan penerapan ajaran Islam secara benar dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Kesahihan Hadis dan Relevansinya dalam Kehidupan
    Hadis memiliki berbagai tingkat kesahihan, mulai dari Shahih, Hasan, Dhaif, hingga Maudhu'. Pemahaman yang benar tentang klasifikasi hadis sangat penting agar tidak menggunakan hadis yang lemah atau palsu dalam membimbing umat Islam. Guru PAI harus memastikan bahwa hadis yang diajarkan sesuai dengan kaidah ilmu hadis.
  3. Keimanan kepada Hari Akhir sebagai Motivasi Moral
    Konsep keimanan kepada hari akhir mendorong umat Islam untuk berbuat baik dan menjauhi keburukan karena adanya keyakinan tentang kehidupan setelah mati. Dengan memahami konsep ini, peserta didik akan lebih termotivasi untuk memiliki akhlak yang mulia dan bertanggung jawab terhadap setiap perbuatannya.
  4. Pendidikan Akhlak Karimah sebagai Fondasi Karakter Bangsa
    Pendidikan akhlak dalam Islam berfokus pada pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, amanah, dan kasih sayang. Dengan memahami konsep ini, guru PAI dapat berperan sebagai teladan dalam membentuk siswa yang berakhlak baik dan memiliki integritas tinggi.
  5. Moderasi Beragama untuk Kehidupan Harmonis
    Islam mengajarkan prinsip wasathiyyah atau moderasi dalam beragama, yang menekankan keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi. Pemahaman tentang moderasi beragama penting untuk mencegah ekstremisme dan menumbuhkan sikap toleran dalam kehidupan bermasyarakat.
  6. Penerapan Fikih Kontemporer dalam Konteks Modern
    Fikih tidak hanya membahas hukum ibadah tetapi juga persoalan sosial seperti ekonomi, perbankan syariah, dan hak-hak rakyat. Dengan memahami fikih kontemporer, umat Islam dapat menghadapi tantangan zaman modern dengan solusi yang tetap sesuai dengan syariat Islam.

 

2. Miskonsepsi dalam Topik 1 - 8

  1. Semua Ayat dalam Al-Qur’an Bisa Dipahami Secara Langsung
    Banyak yang mengira semua ayat dalam Al-Qur’an memiliki makna literal, padahal ayat Mutasyabihat memerlukan tafsir dan pemahaman mendalam agar tidak terjadi kesalahan dalam penafsiran.
  2. Hadis Dhaif dan Maudhu’ Masih Bisa Digunakan untuk Hukum
    Sebagian orang berpikir bahwa semua hadis dapat dijadikan dasar hukum Islam. Padahal, hadis dhaif dan maudhu’ tidak boleh dijadikan rujukan utama dalam beramal dan menetapkan hukum.
  3. Takdir Membatasi Usaha Manusia
    Ada anggapan bahwa segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah, sehingga manusia tidak perlu berusaha. Padahal, Islam mengajarkan keseimbangan antara takdir dan usaha manusia dalam mencapai keberhasilan.
  4. Akhlak Bisa Dibentuk Hanya dengan Pembelajaran Teori
    Akhlak sering dianggap hanya sebagai konsep yang diajarkan dalam pelajaran agama. Padahal, pembentukan akhlak harus melalui keteladanan dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Moderasi Beragama Berarti Mengurangi Ketegasan dalam Beragama
    Sebagian orang salah paham bahwa moderasi beragama berarti melemahkan syariat Islam. Padahal, moderasi dalam Islam justru menekankan keseimbangan tanpa mengorbankan prinsip-prinsip utama agama.
  6. Fikih Hanya Berlaku untuk Ibadah, Bukan Kehidupan Sosial
    Banyak yang mengira bahwa fikih hanya mengatur ibadah, seperti shalat dan puasa. Padahal, fikih juga mengatur berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, pernikahan, dan interaksi sosial.
MAU DIAJARI TRIK MEMBUAT TUGAS MANDIRI???
AYO GABUNG KE BIMBEL KAMI




💥💥💥💥💥💥
DUKUNG blog ini  klik  👉 
Jika ingin memberi kritik, saran atau berbagi informasi kepada kami, silahkan hubungi kami melalui
Jangan lupa untuk mengisi  👉 
Yuk baca 👉  


#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top