LMS Ramadhan 1447 H
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
Hari Ini
Ramadhan ke-15
Sabtu, 15 Maret 2025
Tersisa
15
Hari
⏰ Waktu Shalat Hari Ini (Jakarta)
Subuh
04:32
Dzuhur
11:54
Ashar
15:12
Maghrib
18:03
Isya
19:13
Hikmah Hari Ini
"Puasa adalah perisai, maka janganlah berkata kotor dan janganlah berbuat bodoh."
— HR. Bukhari & Muslim
📌 Info Hari Ini
💡 Tips Puasa
Perbanyak dzikir dan istighfar di waktu menjelang berbuka
🕌 Sunnah Hari Ini
Shalat Tarawih 11 rakaat dan tadarus Al-Quran
📖 Target Tadarus
Juz 15 - Surah Al-Isra sampai Al-Kahfi
📖 Fiqih Puasa
📌 Pengertian Puasa
Secara bahasa: Menahan diri dari sesuatu (makan/minum atau bicara).
Secara agama: Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar shadiq (waktu Subuh) hingga terbenam matahari (waktu Maghrib).
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa..." (QS. Al-Baqarah: 183)
📌 Rukun Puasa
1. Niat
Rukun utama puasa. Niat wajib dihadirkan sebelum fajar shadiq untuk puasa wajib (bisa dari malam hari setelah Maghrib). Tanpa niat, puasa tidak sah. Niat cukup di hati (lintas pikiran), tapi dianjurkan dilafalkan untuk menguatkan. Termasuk: bermaksud puasa, yakini fardhu (wajib), tentukan jenis puasa (misal Ramadhan).
2. Menahan diri dari segala pembatal puasa
Ini inti puasa: menahan dari 9 hal pembatal mulai terbit fajar shadiq (masuk waktu Subuh) hingga terbenam matahari (masuk waktu Maghrib). Pembatal meliputi memasukkan sesuatu ke lubang tubuh, muntah sengaja, bersenggama, keluar mani sengaja, hilang akal, haid, melahirkan, nifas, dan murtad. Jika salah satu terjadi, puasa batal.
🕌 Niat Puasa
Yang wajib dihadirkan (cukup di hati, boleh dilafalkan):
- Puasa wajib: Bermaksud puasa + yakini fardhu + tentukan jenis. Bahasa apa pun sah, tapi Arab dianjurkan.
- Puasa sunnah rowatib: Bermaksud + sebut jenis (misal hari Kamis).
- Puasa sunnah mutlak: Cukup bermaksud puasa.
Niat Populer & Lengkap (yang umum dipakai umat Islam, sesuai madzhab Syafi'i dominan):
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala."
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma jami'i syahri Ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini fardhu karena Allah Ta'ala." (Varian gabungan sebulan, sesuai madzhab Maliki yang boleh jika tak putus).
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ قَضَاءً عَنْ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin qadha'an 'an fardhi syahri Ramadhana lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari qadha fardhu bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala." (Untuk qadha, tambah "qadha'an" dianjurkan tapi tidak wajib).
Waktu niat: Wajib sebelum fajar untuk puasa wajib; sunnah boleh pagi (sebelum zuhur & belum batal).
Madzhab: Syafi'i (niat tiap malam), Malik (gabung bulan jika tak putus), Hanafi (boleh setelah terbit matahari asal belum dzuhur & belum batal).
Puasa qadha: Niat seperti Ramadhan, di hari boleh (hindari Idul Fitri/Adha/Tasyrik). Jika tepat sunnah, niat qadha saja dapat pahala sunnah juga.
📌 Syarat Wajib Puasa
Islam
Non-Muslim tidak wajib
Baligh
Mani/haid umur 9 H atau 15 thn jika tidak
Berakal
Gila tidak wajib
Mampu fisik
Sakit berat/musafir boleh rukhsah
Suci haid/nifas
Wajib qadha nanti
🌟 Sunnah-Sunnah Puasa
Makan sahur
"Bersahurlah, karena dalam sahur ada berkah" (HR. Bukhari-Muslim)
Mengakhirkan sahur
Mendekati waktu imsak
Menyegerakan berbuka
"Manusia senantiasa dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka" (HR. Bukhari)
Berbuka dengan kurma/air
Kurma lebih utama, jika tidak ada maka dengan air
Berdoa saat berbuka
Doa orang yang berpuasa saat berbuka mustajab
Memberi makan berbuka
Mendapat pahala seperti orang yang berpuasa
⚠️ Hal-hal Makruh saat Puasa
Berlebihan dalam berkumur
Khawatir air masuk ke tenggorokan
Mencicipi makanan tanpa hajat
Boleh jika ada keperluan dan tidak ditelan
Berciuman bagi yang tidak kuat menahan
Khawatir membatalkan puasa
Bersiwak setelah zawal
Menurut sebagian ulama
🚫 9 Hal yang Membatalkan Puasa
1. Memasukkan sesuatu ke 5 lubang tubuh sengaja hingga batas dalam: Mulut (batal jika telan sengaja; ludah sendiri murni tidak batal; sisa makanan alami tidak batal, tapi jika sengaja kunyah lalu telan batal), Hidung (batas atas dekat mata), Telinga (melebihi jari kelingking; mayoritas ulama batal, Malik/Ghazali tidak), Kemaluan depan/belakang (termasuk istinja dalam atau obat darurat).
2. Muntah sengaja: Batal walau darurat. Tidak sengaja tidak batal, tapi kumur dulu sebelum telan ludah (muntahan najis).
3. Bersenggama: Suami masuk sepenuhnya, istri cukup sebagian. Wajib qadha + kafarat (merdeka budak → puasa 2 bulan berturut → makan 60 fakir miskin 1 mud/orang).
4. Keluar mani sengaja: Jika dicari sebab (sentuh/cumbu tahu keluar). Mimpi basah tidak batal.
5. Hilang akal: Gila batal (sengaja/tidak); mabuk/pingsan sengaja batal; tidak sengaja batal jika seharian; tidur tidak batal.
6. Haid: Batal meski sebentar sebelum Maghrib (pahala tetap utuh).
7. Melahirkan: Batal, termasuk keguguran.
8. Nifas: Batal jika darah keluar saat puasa.
9. Murtad: Keluar dari Islam batal puasa.
🙏 9 Orang yang Boleh Tidak Berpuasa
1. Anak kecil (belum baligh: mani/haid usia 9 thn hijriah, atau 15 thn jika tidak).
2. Gila (tidak sah puasa; gila sengaja wajib qadha).
3. Sakit (parah, berdasarkan dokter/pengalaman; qadha jika sembuh).
4. Orang tua renta (jika berat puasa).
5. Musafir (jarak ≥84 km, sudah di perjalanan saat Subuh; mukim jika niat tinggal >4 hari).
6. Hamil (khawatir diri/janin).
7. Menyusui (khawatir diri/bayi <2 thn hijriah).
8. Haid (haram puasa, tidak sah).
9. Nifas (haram puasa, tidak sah).
🔄 Kewajiban Qadha dan Fidyah
| Kategori | Qadha | Fidyah |
|---|---|---|
| Anak kecil | X | X |
| Gila tidak sengaja | X | X |
| Gila sengaja | √ | X |
| Sakit harapan sembuh | √ | X |
| Sakit tak harapan sembuh | X | √ |
| Orang tua | X | √ |
| Musafir | √ | X |
| Hamil/Menyusui khawatir diri | √ | X |
| Hamil/Menyusui khawatir bayi saja | √ | √ |
| Haid/Nifas | √ | X |
Fidyah = 1 mud (±6,7 ons beras atau makanan pokok) per hari untuk fakir miskin.
💰 Fiqih Zakat
Hukum: Wajib (rukun Islam ke-3) bagi Muslim yang mencapai nisab & haul.
Jenis utama:
- Zakat Fitrah: 1 sha' (≈2,5-3 kg beras/ makanan pokok) per jiwa, dibayar sebelum shalat Idul Fitri. Boleh uang (nilai setara) menurut sebagian ulama.
- Zakat Mal: Emas/perak (nisab 85 gr emas murni), perdagangan (2,5% keuntungan), pertanian (5-10%), ternak, dll. Haul 1 tahun hijriah.
- Zakat Perhiasan: Jika untuk simpanan/investasi → wajib zakat jika nisab & haul. Jika dipakai sehari-hari → tidak wajib (pendapat mayoritas ulama).
Mustahik (penerima): 8 asnaf (fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah, ibnus sabil).
Catatan : Zakat fitrah lebih utama beras, tapi uang boleh jika sesuai nilai. Hitung nisab emas saat ini (fluktuatif). Bayar zakat mal ke amil terpercaya atau langsung ke mustahik.
🌙 Hisab dan Rukyat
Hisab: Perhitungan astronomi modern (posisi bulan, ijtima', imkanur rukyah) untuk menentukan awal/akhir Ramadhan. Digunakan Kemenag RI, NU, Muhammadiyah untuk sidang isbat.
Rukyat: Pengamatan hilal secara langsung (mata telanjang/alat). Jika hilal terlihat → mulai/berakhir puasa. Jika tidak → genapkan 30 hari.
Kriteria Indonesia : Imkanur rukyah (hilal tinggi ≥3°, elongasi ≥6,6°). Jika memungkinkan dilihat tapi cuaca buruk → ikuti hisab/genap.
Pendekatan: Ikuti keputusan resmi pemerintah (rukyat + hisab). Puasa mengikuti sidang isbat sah, meski beda negara. Pantau pengumuman resmi untuk 1 Ramadhan & 1 Syawal.
Praktis: Jangan puasa sendirian jika beda rukyat; ikuti jumhur untuk kesatuan umat.
❓ Tanya Jawab Fiqih Puasa
Ludah sendiri ditelan batal?
Tidak, asal ludah murni sendiri, tidak bercampur, masih di mulut. Jika sudah keluar lalu diminum, atau ludah orang lain, atau bercampur sisa makanan sengaja → batal.
Berkumur atau cicipi masakan boleh?
Berkumur sunnah & boleh (tidak ditelan sengaja; jika tertelan tidak sengaja tidak batal). Mencicipi masakan mubah (tidak ditelan). Main-main memasukkan makanan ke mulut makruh (jika tertelan batal).
Muntah tidak sengaja hukumnya?
Tidak batal, tapi kumur dengan air suci dulu sebelum menelan ludah (karena muntahan najis).
Kafarat bersenggama di siang Ramadhan?
Urut: merdekakan budak → puasa 2 bulan berturut-turut → memberi makan 60 fakir miskin (1 mud/orang seperti zakat fitrah). Syarat: wajib puasa, sadar, tidak paksaan, dll.
Wanita hamil/menyusui wajib apa?
Jika khawatir diri sendiri → qadha saja. Jika khawatir bayi saja → qadha + fidyah. Jika khawatir diri & bayi → qadha saja.
Memasukkan jari saat istinja batal puasa?
Ya, batal (untuk depan/belakang). Cara benar: Basuh bagian luar terbuka saat jongkok dengan perut jari, jangan masukkan ke dalam.
Orang musafir boleh tidak puasa kapan?
Jarak ≥84 km, sudah keluar wilayah saat Subuh. Jika niat tinggal >4 hari di tujuan → mukim, wajib puasa.
Memasukkan obat ke telinga/hidung batal?
Ya jika melebihi batas (telinga > jari kelingking, hidung atas dekat mata).
Sumber: Fiqih Praktis Puasa oleh Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)
Download PDF: https://buyayahya.org/wp-content/uploads/2020/04/Fiqih-Praktis-Puasa-WATERMARK.pdf
❓ Kuis Interaktif Ramadhan
Kuis Selesai!
Skor Akhir: 0/100
🕌 Panduan Ibadah Ramadhan & Idul Fitri
Shalat Tarawih
Waktu: Setelah shalat Isya hingga sebelum Subuh (lebih utama setelah Isya langsung).
Rakaat: Sunnah 8 rakaat + 3 witir (pendapat mayoritas), atau 20 rakaat + 3 witir (pendapat lain yang shahih).
Cara: Dikerjakan 2 rakaat salam, boleh sendiri atau berjamaah (berjamaah lebih utama bagi laki-laki).
Niat (contoh berjamaah):
Latin: Ushalli sunnatat tarawihi rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala.
Keutamaan: "Barangsiapa qiyam Ramadhan karena iman dan ihtisab, diampuni dosa yang lalu." (HR. Bukhari & Muslim)
Tadarus Al-Qur'an
Target sunnah: Khatam 1x selama Ramadhan (1 juz/hari atau lebih).
Adab tadarus: Dalam keadaan suci, menghadap kiblat, khusyuk, tartil (perlahan & benar bacaan), tadabbur (pahami makna).
Waktu utama: Setelah Subuh, setelah tarawih, atau sepertiga malam terakhir.
Keutamaan: Setiap huruf dibaca mendapat 10 kebaikan, dilipatgandakan di bulan Ramadhan (HR. Tirmidzi).
I'tikaf
Waktu utama: 10 hari terakhir Ramadhan (sunnah muakkadah bagi laki-laki).
Tempat: Di masjid (khususnya masjid jami').
Amalan: Shalat sunnah, tadarus intens, dzikir, doa, istighfar, mencari Lailatul Qadr, hindari obrolan sia-sia.
Syarat: Niat i'tikaf, dalam keadaan suci, tidak keluar masjid kecuali darurat.
Sedekah & Zakat Fitrah
Zakat Fitrah: Wajib, 1 sha' (±2,5–3 kg beras/makanan pokok) per jiwa, dibayar sebelum shalat Id.
Waktu terbaik: Mulai 1–2 hari sebelum Id, paling lambat sebelum shalat Id.
Sedekah sunnah: Dianjurkan diperbanyak di Ramadhan (pahala dilipatgandakan), termasuk takjil, sahur untuk fakir, infak ke masjid/yatim.
Keutamaan: "Sedekah memadamkan dosa seperti air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)
Pedoman Mudik Ramadhan & Idul Fitri
Niat Mudik: Niatkan untuk silaturahmi, ziarah keluarga, dan mempererat tali kasih sayang, bukan semata liburan. Doa sebelum berangkat: "Bismillah, tawakkaltu 'alallah, la haula wa la quwwata illa billah" (HR. Abu Dawud).
Puasa di Perjalanan: Jika jarak ≥ 81–84 km (keluar batas kota) dan sudah safar saat Subuh, boleh rukhsah tidak puasa (wajib qadha nanti). Jika masih kuat, sunnah tetap puasa.
Shalat di Jalan: Boleh jamak & qashar (lihat panduan berikutnya). Usahakan shalat tepat waktu, cari masjid/mushola di rest area jika memungkinkan.
Etika & Keselamatan:
- Hindari maksiat (ghibah, marah, lagu haram di perjalanan).
- Bawa bekal halal, jaga kesehatan, patuhi rambu lalu lintas.
- Bantu sesama di jalan (bagi air minum, tolong mogok, dll).
- Doakan keluarga di kampung: "Ya Allah lindungi keluargaku, mudahkan perjalananku, kabulkan silaturahmi kami."
Doa Sampai Tujuan: "Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush shalihat" (Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya sempurnalah kebaikan).
Pedoman Shalat Jamak & Qashar bagi Musafir
Syarat Umum: Jarak safar ≥ 81–84 km (keluar batas wilayah kota), niat bepergian (bukan maksiat), belum niat mukim >4 hari di tujuan.
Shalat yang Boleh Dijamak & Diqashar:
- Dzuhur + Ashar → jamak taqdim (di waktu Dzuhur) atau ta'khir (di waktu Ashar), qashar jadi 2 rakaat masing-masing.
- Maghrib + Isya → jamak taqdim/ta'khir, qashar Isya jadi 2 rakaat (Maghrib tetap 3).
- Subuh tetap 2 rakaat (tidak boleh qashar).
Niat Contoh (Dzuhur + Ashar taqdim, qashar):
Latin: Ushalli fardhazh zhuhri rak'ataini majmu'an ma'al 'ashri jam'a taqdimin qashran lillahi ta'ala.
Catatan Penting: Boleh jamak tanpa qashar (tetap 4 rakaat) jika ingin lebih sempurna. Lebih utama shalat berjamaah di masjid jika memungkinkan.
Pedoman Shalat Idul Fitri & Idul Adha
Waktu Pelaksanaan: Setelah matahari terbit setinggi tombak (±15–20 menit setelah terbit) hingga sebelum zawal (sebelum waktu Dzuhur).
Tempat: Lebih utama di lapangan terbuka/mushola besar, sunnah muakkadah berjamaah.
Rakaat & Takbir Tambahan (Madzhab Syafi'i dominan di Indonesia):
- 2 rakaat, takbiratul ihram → doa iftitah → takbir tambahan 7 kali (angkat tangan setiap takbir) di rakaat pertama sebelum Al-Fatihah.
- Rakaat kedua: takbir tambahan 5 kali sebelum Al-Fatihah.
- Setelah salam, imam khutbah 2 kali (jamaah dianjurkan diam mendengar).
Niat Shalat Id (contoh berjamaah):
Latin: Ushalli sunnatal 'idaini rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala.
Lafal Takbir Idul Fitri & Idul Adha (Disunnahkan Dibaca Setelah Shalat & Sepanjang Hari)
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah wallahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah."
Disunnahkan dibaca setelah shalat fardhu mulai dari Subuh 1 Syawal hingga selesai khutbah Idul Fitri (atau mulai 9 Dzulhijjah hingga Ashar 13 Dzulhijjah untuk Idul Adha).
Audio Gema Takbir Idul Fitri Merdu (dari Madinah/Mekkah)
Sumber: archive.org (Gema Takbir Idul Fitri 2021 – Suara Merdu)
Pedoman Silaturahmi (Ilaturrahim) di Bulan Ramadhan & Idul Fitri
Keutamaan: "Barangsiapa ingin dilapangkan rezeki dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari & Muslim)
Waktu Terbaik di Ramadhan: Sepanjang bulan (khususnya 10 hari terakhir), dan paling utama 1–3 hari sebelum Idul Fitri.
Cara Melaksanakan:
- Kunjungi keluarga, kerabat, tetangga, sahabat – walau hanya sebentar.
- Ucapkan salam, saling memaafkan (maaf lahir batin), doakan kebaikan.
- Bawa oleh-oleh kecil (tak perlu mahal), atau cukup senyum & doa.
- Hindari ghibah, fitnah, atau memperpanjang obrolan sia-sia.
Ucapan Maaf yang Sunnah: "Mohon maaf lahir dan batin, atas segala salah dan khilaf selama ini. Semoga Allah ampuni dosa kita bersama."
Doa Silaturahmi: "Allahumma shalli 'ala Muhammad wa ali Muhammad, wa shalli 'ala ahli bayti wa ashabihi ajma'in, wa ghfir lana wa lahum" (Ya Allah limpahkan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya... ampuni kami dan mereka).
Catatan: Silaturahmi tidak harus tatap muka; boleh lewat telepon/video call jika jarak jauh, tapi tatap muka lebih utama.
🎤 Ceramah 30 Hari
🤲 Kumpulan Doa
🌙 Niat Puasa Ramadhan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالٰى
"Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta'aalaa"
Artinya: Saya niat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala
🌅 Doa Berbuka Puasa
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
"Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthartu"
Artinya: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka
💧 Doa Setelah Berbuka
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
"Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah"
Artinya: Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah
✨ Doa Lailatul Qadr
اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni"
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai maaf, maka maafkanlah aku
🌙 Doa Qunut Witir
اَللّٰهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
Artinya: Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang Engkau beri petunjuk...
📜 Sejarah Ramadhan
Nuzulul Qur'an – 17 Ramadhan 13 SH / 610 M
Turunnya wahyu pertama "Iqra'" (QS Al-Alaq:1-5) kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira oleh Malaikat Jibril AS. Ini menandai awal kenabian dan risalah Islam, serta permulaan turunnya Al-Qur'an secara bertahap selama 23 tahun.
Wafatnya Khadijah RA – 10 Ramadhan 3 SH / 619 M
Istri pertama dan pendukung utama Nabi SAW wafat di Makkah. Beliau adalah wanita pertama yang beriman, ibu dari anak-anak Nabi, dan penenang hati Rasul di masa sulit dakwah awal. Kepergiannya menambah duka di "Tahun Kesedihan" (Amul Huzn).
Disyariatkannya Puasa Ramadhan – Sya'ban/Ramadhan 2 H / 624 M
Allah SWT mewajibkan puasa Ramadhan sebagai rukun Islam ketiga melalui QS Al-Baqarah:183-185. Puasa ini menggantikan puasa Asyura bagi umat Nabi Muhammad SAW, bertujuan membentuk takwa, empati terhadap fakir miskin, dan pengendalian diri.
Perang Badar Kubra – 17 Ramadhan 2 H / 13 Maret 624 M
Pertempuran besar pertama umat Islam (313 mujahid) melawan 1000 pasukan Quraisy. Kemenangan luar biasa ini disebut "Yaumul Furqan" dalam Al-Qur'an (QS Al-Anfal), membuktikan pertolongan Allah dan menjadi titik balik kekuatan Islam di Madinah.
Wafatnya Ruqayyah RA – Awal Ramadhan 2 H / 624 M
Putri sulung Nabi SAW dari Khadijah RA wafat di Madinah saat suaminya Usman bin Affan RA sedang ikut Perang Badar. Kepergiannya menambah kesedihan Nabi di tengah kemenangan Badar, menunjukkan ujian iman yang berimbang dengan nikmat.
Fathu Makkah – 20 Ramadhan 8 H / Januari 630 M
Pembebasan Makkah secara damai oleh Nabi SAW bersama 10.000 pasukan Muslim setelah Quraisy melanggar Perjanjian Hudaibiyah. Tanpa pertumpahan darah besar, berhala di Ka'bah dihancurkan, dan amnesti umum diberikan – menunjukkan rahmat dan pengampunan Islam.
Pengiriman Mu’adz bin Jabal ke Yaman – Ramadhan 9 H / 630 M
Nabi SAW mengutus Mu'adz bin Jabal RA sebagai qadhi dan da'i ke Yaman. Beliau dipesan untuk mendakwah dengan lembut, mengajarkan Al-Qur'an, sunnah, dan fiqih – menjadi model dakwah ke wilayah baru di luar Jazirah Arab.
Wafatnya Fatimah az-Zahra RA – 3 Ramadhan 11 H / 632 M
Putri tercinta Nabi SAW, istri Ali bin Abi Thalib RA, dan ibu dari Hasan & Husain RA. Wafat tak lama setelah wafatnya ayahnya, dikenal sebagai pemimpin wanita surga, teladan kesabaran, dan keutamaan Ahlul Bait.
Kodifikasi Mushaf Al-Qur’an – 12 H / 633 M
Pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, Al-Qur'an dikumpulkan menjadi satu mushaf utuh atas usul Umar bin Khattab RA setelah banyak huffaz syahid di Perang Yamamah. Zaid bin Tsabit memimpin tim pengumpulan – menjaga kemurnian wahyu.
Pembukaan Syam & Palestina – 15 H / 636 M
Khalifah Umar bin Khattab RA memimpin penaklukan wilayah Syam (termasuk Damaskus & Yerusalem) dari Kekaisaran Bizantium. Perjanjian damai Umar dengan penduduk Yerusalem menjadi teladan toleransi dan keadilan Islam.
Pembukaan Mesir – 20 H / 641 M
Amr bin Ash RA menaklukkan Mesir dari Bizantium setelah pengepungan Alexandria. Ini membuka jalur dakwah ke Afrika Utara, membangun Fustat (kini Kairo), dan menjadikan Mesir pusat ilmu serta ekonomi Islam.
Wafatnya Ali bin Abi Thalib RA – 21 Ramadhan 40 H / 661 M
Khalifah ke-4 ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam (Khawarij) saat shalat Subuh di Masjid Kufah. Syahidnya beliau menutup era Khulafaur Rasyidin dan memicu fitnah besar dalam sejarah Islam.
Wafatnya Aisyah RA – 17 Ramadhan 57 H / 676 M
Ummul Mukminin, istri Nabi SAW yang paling dicintai, perawi hadits terbanyak (lebih dari 2.000 hadits), dan ahli fiqih. Wafat di Madinah dan dimakamkan di Baqi', menjadi teladan ilmu dan kecerdasan wanita Islam.
Penaklukan Andalusia – Ramadhan 92 H / 711 M
Thariq bin Ziyad memimpin pasukan Muslim menyeberangi Selat Gibraltar, mengalahkan Raja Visigoth Roderic di Pertempuran Guadalete. Ini membuka era keemasan Islam di Spanyol (Al-Andalus) selama hampir 8 abad, pusat ilmu dan peradaban.
Berdirinya Baitul Hikmah – sekitar 214 H / 829 M (masa Al-Ma'mun)
Pusat ilmu pengetahuan dan perpustakaan raksasa di Baghdad pada masa Abbasiyah. Tempat penerjemahan karya Yunani, Persia, India ke Arab; melahirkan ilmuwan seperti Al-Kindi, Hunain bin Ishaq – puncak Zaman Keemasan Islam.
Wafatnya Imam Syafi’i – 30 Rajab 204 H / 20 Januari 820 M (tapi sering dikaitkan Ramadhan dalam riwayat)
Pendiri Mazhab Syafi'i, salah satu dari empat mazhab fiqih utama Sunni. Beliau wafat di Mesir setelah menyumbang besar dalam ushul fiqih, hadits, dan tafsir – warisannya membentuk pemahaman hukum Islam hingga kini.
Jatuhnya Baghdad – 10 Muharram 656 H / 10 Februari 1258 M (akhir Abbasiyah, tapi dampak Ramadhan pasca-invasi)
Hulagu Khan dari Mongol menghancurkan ibu kota Abbasiyah, membunuh Khalifah Al-Musta'shim, dan membakar Baitul Hikmah. Ini menandai akhir kekhalifahan Abbasiyah dan masa kegelapan sementara bagi peradaban Islam.
Perang Ain Jalut – 25 Ramadhan 658 H / 3 September 1260 M
Sultan Qutuz dan Baybars dari Mamluk Mesir mengalahkan pasukan Mongol di Ain Jalut (Palestina). Kemenangan ini menghentikan ekspansi Mongol ke barat, menyelamatkan Mesir dan Syam, serta memulihkan harapan umat Islam pasca-jatuhnya Baghdad.
Pembebasan Yerusalem – 27 Rajab 583 H / 2 Oktober 1187 M (persiapan & kemenangan Hattin di Ramadhan)
Shalahuddin Al-Ayyubi merebut kembali Al-Quds dari Tentara Salib setelah kemenangan telak di Pertempuran Hattin (awal Ramadhan 583 H). Beliau menunjukkan rahmat dengan membebaskan tawanan dan melindungi tempat suci – ikon perlawanan terhadap Perang Salib.
Penaklukan Konstantinopel – 20 Jumadil Akhir 857 H / 29 Mei 1453 M (ekspansi Utsmani, terkait Ramadhan pasca)
Sultan Muhammad Al-Fatih (usia 21 tahun) menaklukkan ibu kota Bizantium setelah pengepungan 53 hari. Ini mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur, membuka era baru Utsmani sebagai kekuatan dunia, dan memenuhi hadits Nabi tentang penaklukan Konstantinopel.
Penaklukan Mesir oleh Utsmani – 22 Dzulhijjah 923 H / 22 Januari 1517 M
Sultan Selim I mengalahkan Dinasti Mamluk di Ridaniyah, menggabungkan Mesir, Syam, dan Hijaz ke Kekhalifahan Utsmani. Ini memindahkan kekhalifahan ke Istanbul dan menjadikan Utsmani pelindung dua Tanah Suci.
Pengepungan Wina Kedua – 14 Juli–12 September 1094 H / 1683 M
Puncak ekspansi Utsmani di Eropa di bawah Kara Mustafa Pasha. Meski gagal, ini menandai batas terjauh kekuasaan Islam di benua Eropa dan awal kemunduran bertahap Kekhalifahan Utsmani.
Wafatnya Ibnu Taimiyah – 20 Dzulqa'dah 728 H / 26 September 1328 M
Ulama besar Hanbali, pembaharu pemikiran Islam, penentang bid'ah dan tasawuf ekstrem. Karyanya seperti Majmu' Fatawa memengaruhi gerakan Salafi dan reformasi Islam hingga era modern.
Kemenangan Ottoman di Chaldiran – 2 Rajab 920 H / 23 Agustus 1514 M
Sultan Selim I mengalahkan Shah Ismail dari Safawi Persia. Ini memperkuat dominasi Sunni Utsmani atas wilayah timur dan mencegah penyebaran Syiah Safawi ke Anatolia.
Perang Lepanto – 7 Oktober 979 H / 1571 M
Kekalahan armada Utsmani oleh Aliansi Suci Eropa di Teluk Lepanto. Meski besar, Utsmani pulih cepat dan tetap kuasai Mediterania timur – menandai awal tantangan maritim dari Eropa.
Ekspedisi Ottoman ke Laut Merah – sekitar 997 H / 1589 M
Utsmani berupaya mengamankan jalur perdagangan dan haji dari ancaman Portugis di Samudra Hindia. Ini memperkuat posisi sebagai pelindung umat Islam dan rute ziarah ke Makkah.
Revolusi Arab – 1334 H / 1916 M
Pemberontakan Sharif Husain terhadap Utsmani dengan dukungan Inggris (Lawrence of Arabia). Ini melemahkan Kekhalifahan Utsmani di Perang Dunia I dan membuka jalan pembagian Timur Tengah pasca-perang.
Penghapusan Khilafah Utsmani – 27 Rajab 1342 H / 3 Maret 1924 M
Mustafa Kemal Atatürk menghapus kekhalifahan terakhir umat Islam. Ini mengakhiri institusi khilafah global yang ada sejak wafatnya Nabi SAW, memicu perdebatan tentang kesatuan umat hingga kini.
Deklarasi Liga Dunia Islam – 1381 H / 1962 M
Didirikan di Makkah atas inisiatif Raja Saudi Faisal, menjadi organisasi internasional untuk mempersatukan umat Islam, dakwah, pendidikan, dan bantuan kemanusiaan di era modern.
Perang Ramadhan / Yom Kippur – 10 Ramadhan 1393 H / 6 Oktober 1973 M
Mesir dan Suriah menyerang Israel untuk merebut kembali Sinai dan Golan. Meski berakhir gencatan senjata, perang ini mengembalikan harga diri Arab dan memicu krisis minyak global 1973.
Kemenangan Mujahidin Afghanistan – 1409 H / 1989 M
Mujahidin Afghanistan dengan dukungan dunia Islam mengalahkan penjajahan Uni Soviet setelah 10 tahun perang. Ini menjadi simbol jihad sukses modern dan faktor runtuhnya Soviet.
Intifada Palestina Pertama – 1408 H / Desember 1987 M
Pemberontakan rakyat Palestina melawan pendudukan Israel di Tepi Barat dan Gaza. Ini menarik perhatian dunia terhadap isu Palestina dan melahirkan gerakan perlawanan berkelanjutan.
Revolusi Iran – 22 Bahman 1399 H / 11 Februari 1979 M
Ayatollah Khomeini memimpin revolusi Islam menggulingkan Shah Reza Pahlavi. Ini mendirikan Republik Islam Iran, menginspirasi gerakan revivalis Islam di dunia Muslim.
Arab Spring – 1432 H / 2011 M
Gelombang demonstrasi dan revolusi di Tunisia, Mesir, Libya, Yaman, Suriah dll. Menggulingkan beberapa rezim otoriter, tapi juga memicu konflik berkepanjangan dan perubahan politik di dunia Arab.
Perjanjian Oslo Palestina – 1414 H / 13 September 1993 M
Kesepakatan damai antara PLO (Yasser Arafat) dan Israel (Yitzhak Rabin), mendirikan Otoritas Palestina. Meski bersejarah, implementasinya gagal dan konflik berlanjut hingga kini.
Kebangkitan Ekonomi Syariah Global – Abad 21 M (2000-an hingga kini)
Perkembangan pesat industri keuangan Islam (bank syariah, sukuk, halal economy) di seluruh dunia, mencapai triliunan dolar. Ini menunjukkan adaptasi Islam dalam ekonomi modern dan kontribusi umat Muslim bagi stabilitas global.
Masuknya Islam ke Samudera Pasai secara resmi – Abad 13 M (sekitar Ramadhan, 1267-1297 M)
Kerajaan Samudera Pasai (Aceh) menjadi kerajaan Islam pertama di Nusantara, didirikan Meurah Silu (Sultan Malik Al-Saleh). Proses Islamisasi melalui perdagangan & dakwah intensif di bulan Ramadhan, simbol awal era Islam di Indonesia.
Wafat Sultan Malik Al-Saleh – Ramadhan 696 H / Juni-Juli 1297 M
Raja Islam pertama Nusantara wafat di Samudera Pasai, dibuktikan batu nisan makamnya. Beliau pendiri dinasti Islam pertama di Asia Tenggara, memperkuat penyebaran Islam via perdagangan.
Pendirian Kesultanan Samudera Pasai diformalkan – sekitar Ramadhan abad 13 M
Kesultanan diformalkan di bawah Sultan Malik Al-Saleh, menjadi pusat dakwah & perdagangan Islam, memengaruhi wilayah Sumatera & sekitarnya di bulan suci penuh semangat ibadah.
Islamisasi pesisir utara Sumatra & Jawa intensif – Abad 13-15 M (banyak di Ramadhan)
Dakwah pedagang Arab, Gujarat, Persia semakin masif di bulan Ramadhan, memanfaatkan majelis tarawih & semangat puasa untuk memperkenalkan Islam ke masyarakat pesisir.
Peresmian Kesultanan Demak – sekitar Ramadhan 1478 M
Raden Patah mendirikan kerajaan Islam pertama di Jawa pasca-Majapahit. Dakwah Walisongo intens di Ramadhan, menjadikan Demak pusat Islamisasi Jawa.
Shalat Tarawih pertama di Masjid Agung Demak – Akhir abad 15 M
Masjid Demak jadi pusat ibadah Ramadhan, simbol integrasi Islam dengan budaya Jawa melalui Walisongo, memperkuat dakwah massal.
Konsolidasi dakwah Walisongo nasional – Abad 15-16 M (intens Ramadhan)
Walisongo (Sunan Ampel, Giri, Bonang, dll.) memperkuat strategi dakwah di bulan Ramadhan, memanfaatkan tarawih & pengajian untuk Islamisasi Jawa & luar Jawa.
Ekspedisi dakwah Sunan Giri ke Lombok & NTB – Abad 16 M (dimulai Ramadhan)
Sunan Giri mengirim murid dakwah ke wilayah timur, sering dimulai Ramadhan sebagai bulan semangat ibadah & penyebaran Islam damai.
Pengangkatan Maulana Hasanuddin pendiri Kesultanan Banten – sekitar Ramadhan abad 16 M
Anak Sunan Gunung Jati mendirikan Banten sebagai pusat Islam Barat Jawa, dengan dakwah Ramadhan yang kuat mendukung konsolidasi kekuasaan.
Perluasan Islam di Sulawesi Selatan oleh Dato’ Ri Bandang – Dimulai Ramadhan abad 17 M
Dato’ Ri Bandang (ulama dari Minangkabau) memperluas Islam di Gowa-Makassar, sering memulai ekspedisi dakwah di bulan Ramadhan untuk memanfaatkan semangat spiritual.
Perang Aceh melawan Portugis – Dimulai Ramadhan abad 16-17 M
Kesultanan Aceh Darussalam sering melancarkan serangan jihad melawan Portugis di Malaka & sekitar, memanfaatkan Ramadhan sebagai bulan semangat perjuangan umat.
Serangan Sultan Agung ke Batavia (VOC) – Ramadhan 1037 H / 1628 M
Sultan Agung Mataram menyerang Batavia untuk mengusir VOC, meski gagal tapi menunjukkan perlawanan Islam Jawa di bulan suci.
Perang Makassar (Sultan Hasanuddin vs VOC) – Ekspedisi besar Ramadhan abad 17 M (1666-1669 M)
Sultan Hasanuddin memimpin perlawanan sengit Kesultanan Gowa melawan VOC & sekutu Bugis. Pertempuran intens (seperti April 1668) sering dikaitkan semangat jihad di bulan Ramadhan, meski berlangsung multi-tahun, hingga Perjanjian Bongaya 1667 yang merugikan.
Perang Banten melawan Belanda – Akhir Ramadhan (contoh Pacirebonan 1650 M)
Kesultanan Banten sering bertempur melawan VOC & sekutu (seperti Perang Pacirebonan 30 Ramadhan 1650 M). Perlawanan di akhir Ramadhan menunjukkan semangat jihad umat Islam Banten mempertahankan kedaulatan & dakwah.
Perang Padri di Sumatra Barat – Beberapa pertempuran besar terjadi Ramadhan (1803-1837 M)
Kaum Padri (reformis Wahabi) vs Kaum Adat & Belanda. Konflik saudara berubah jadi jihad anti-kolonial; beberapa bentrokan intens di Ramadhan sebagai bulan semangat pemurnian agama & perlawanan.
Perang Diponegoro – Serangan strategis besar dilakukan di bulan Ramadhan (kontekst 1825-1830 M)
Pangeran Diponegoro memimpin Perang Jawa melawan Belanda. Beliau minta jeda perang selama Ramadhan 1830 M untuk fokus ibadah & olah kanuragan, menunjukkan penghormatan tinggi terhadap kesucian bulan puasa di tengah jihad.
Perlawanan Tuanku Imam Bonjol – Ramadhan (Perang Padri lanjutan, 1830-an M)
Tuanku Imam Bonjol sebagai pemimpin Padri melanjutkan jihad anti-Belanda di Sumatera Barat. Perlawanan sering intens di Ramadhan, memanfaatkan semangat puasa untuk perjuangan fisabilillah.
Perang Banjar (Pangeran Antasari) – Jihad besar dimulai Ramadhan (1859-1862 M)
Pangeran Antasari memimpin perlawanan rakyat Banjar melawan Belanda. Jihad dimulai intens di Ramadhan (misalnya pengangkatan beliau & serangan awal seperti Pengaron), simbol perjuangan Islam Kalimantan.
Perlawanan KH Zainal Musthafa Singaparna – Konsolidasi Ramadhan (persiapan 1943-1944 M)
KH Zainal Musthafa (Pesantren Sukamanah) konsolidasi santri & rakyat Tasikmalaya melawan Jepang. Persiapan jihad sering di Ramadhan, menjelang perlawanan heroik Maulud 1944 yang syahid.
Gerakan jihad pesantren Nusantara melawan kolonial – Banyak dimulai Ramadhan (abad 19-20 M)
Pesantren di Jawa, Sumatera, dll. sering mulai gerakan jihad anti-kolonial di Ramadhan, memanfaatkan semangat puasa, tarawih, & pengajian untuk mobilisasi santri & rakyat.
Latihan militer PETA intensif – Ramadhan 1364 H / Maret-April 1945 M
Pembela Tanah Air (PETA) bentukan Jepang latihan intens di bulan Ramadhan, banyak anggota santri & pemuda yang nantinya bergabung jihad kemerdekaan pasca-Proklamasi.
Penggalangan logistik rakyat jelang kemerdekaan – Ramadhan 1364 H / 1945 M
Di bulan Ramadhan 1945, rakyat & ulama galang logistik, makanan, & semangat untuk perjuangan kemerdekaan, mempersiapkan diri menghadapi Sekutu & NICA pasca-Jepang menyerah.
Pembentukan laskar Hizbullah & Sabilillah – Ramadhan 1364 H / 1945 M
Masyumi & NU bentuk laskar santri Hizbullah & Sabilillah di Ramadhan 1945, siap jihad fisabilillah mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu & Belanda.
Resolusi Jihad NU dirumuskan dalam suasana Ramadhan 1945
Suasana Ramadhan 1945 penuh semangat jihad santri menjelang Resolusi Jihad NU (22 Oktober 1945). Mobilisasi ulama & laskar di bulan suci jadi fondasi fatwa pertahanan kemerdekaan.
Konsolidasi ulama Jawa–Madura menjelang Pertempuran Surabaya – Ramadhan 1945
Ulama NU & pesantren di Jawa & Madura konsolidasi di Ramadhan 1945, persiapan jihad besar menghadapi agresi Sekutu di Surabaya (November 1945), semangat puasa jadi energi perjuangan.
Mobilisasi santri nasional untuk jihad kemerdekaan – Ramadhan 1364 H / 1945 M
Santri dari berbagai pesantren dimobilisasi di Ramadhan 1945, bergabung laskar & siap bertempur. Bulan suci jadi momentum bangkitkan semangat jihad mempertahankan Proklamasi 17 Agustus.
Baiat massal laskar santri nasional – Ramadhan 1364 H / 1945 M
Baiat massal santri & laskar di pesantren selama Ramadhan 1945, sumpah setia jihad fisabilillah demi kemerdekaan, jadi kekuatan moral besar pasca-Proklamasi.
Pengumpulan dana jihad nasional – Ramadhan 1364 H / 1945 M
Pengumpulan dana, infak, & zakat untuk jihad kemerdekaan digalakkan di Ramadhan 1945, dukung logistik laskar santri & rakyat menghadapi ancaman kolonial kembali.
Doa nasional & qunut nazilah massal di pesantren untuk kemerdekaan – Ramadhan 1364 H / 1945 M
Pesantren gelar doa bersama, qunut nazilah, & munajat massal di tarawih Ramadhan 1945, mohon pertolongan Allah untuk kemerdekaan & kemenangan jihad melawan penjajah.
Gerakan dakwah nasional kemerdekaan berbasis masjid & Ramadhan – 1364 H / 1945 M
Masjid & pesantren jadi pusat dakwah kemerdekaan di Ramadhan 1945: pengajian, tarawih, & ceramah semangat jihad, persatukan umat untuk pertahanan Republik Indonesia yang baru lahir.
Perang Makassar (Sultan Hasanuddin vs VOC) – Ekspedisi besar Ramadhan abad 17 M (1666-1669 M)
Sultan Hasanuddin memimpin perlawanan sengit Kesultanan Gowa melawan VOC & sekutu Bugis. Pertempuran intens (seperti April 1668) sering dikaitkan semangat jihad di bulan Ramadhan, meski berlangsung multi-tahun, hingga Perjanjian Bongaya 1667 yang merugikan.
Perang Banten melawan Belanda – Akhir Ramadhan (contoh Pacirebonan 1650 M)
Kesultanan Banten sering bertempur melawan VOC & sekutu (seperti Perang Pacirebonan 30 Ramadhan 1650 M). Perlawanan di akhir Ramadhan menunjukkan semangat jihad umat Islam Banten mempertahankan kedaulatan & dakwah.
Perang Padri di Sumatra Barat – Beberapa pertempuran besar terjadi Ramadhan (1803-1837 M)
Kaum Padri (reformis Wahabi) vs Kaum Adat & Belanda. Konflik saudara berubah jadi jihad anti-kolonial; beberapa bentrokan intens di Ramadhan sebagai bulan semangat pemurnian agama & perlawanan.
Perang Diponegoro – Serangan strategis besar dilakukan di bulan Ramadhan (kontekst 1825-1830 M)
Pangeran Diponegoro memimpin Perang Jawa melawan Belanda. Beliau minta jeda perang selama Ramadhan 1830 M untuk fokus ibadah & olah kanuragan, menunjukkan penghormatan tinggi terhadap kesucian bulan puasa di tengah jihad.
Perlawanan Tuanku Imam Bonjol – Ramadhan (Perang Padri lanjutan, 1830-an M)
Tuanku Imam Bonjol sebagai pemimpin Padri melanjutkan jihad anti-Belanda di Sumatera Barat. Perlawanan sering intens di Ramadhan, memanfaatkan semangat puasa untuk perjuangan fisabilillah.
Perang Banjar (Pangeran Antasari) – Jihad besar dimulai Ramadhan (1859-1862 M)
Pangeran Antasari memimpin perlawanan rakyat Banjar melawan Belanda. Jihad dimulai intens di Ramadhan (misalnya pengangkatan beliau & serangan awal seperti Pengaron), simbol perjuangan Islam Kalimantan.
Perlawanan KH Zainal Musthafa Singaparna – Konsolidasi Ramadhan (persiapan 1943-1944 M)
KH Zainal Musthafa (Pesantren Sukamanah) konsolidasi santri & rakyat Tasikmalaya melawan Jepang. Persiapan jihad sering di Ramadhan, menjelang perlawanan heroik Maulud 1944 yang syahid.
Gerakan jihad pesantren Nusantara melawan kolonial – Banyak dimulai Ramadhan (abad 19-20 M)
Pesantren di Jawa, Sumatera, dll. sering mulai gerakan jihad anti-kolonial di Ramadhan, memanfaatkan semangat puasa, tarawih, & pengajian untuk mobilisasi santri & rakyat.
Latihan militer PETA intensif – Ramadhan 1364 H / Maret-April 1945 M
Pembela Tanah Air (PETA) bentukan Jepang latihan intens di bulan Ramadhan, banyak anggota santri & pemuda yang nantinya bergabung jihad kemerdekaan pasca-Proklamasi.
Penggalangan logistik rakyat jelang kemerdekaan – Ramadhan 1364 H / 1945 M
Di bulan Ramadhan 1945, rakyat & ulama galang logistik, makanan, & semangat untuk perjuangan kemerdekaan, mempersiapkan diri menghadapi Sekutu & NICA pasca-Jepang menyerah.
Pembentukan laskar Hizbullah & Sabilillah – Ramadhan 1364 H / 1945 M
Masyumi & NU bentuk laskar santri Hizbullah & Sabilillah di Ramadhan 1945, siap jihad fisabilillah mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu & Belanda.
Resolusi Jihad NU dirumuskan dalam suasana Ramadhan 1945
Suasana Ramadhan 1945 penuh semangat jihad santri menjelang Resolusi Jihad NU (22 Oktober 1945). Mobilisasi ulama & laskar di bulan suci jadi fondasi fatwa pertahanan kemerdekaan.
Konsolidasi ulama Jawa–Madura menjelang Pertempuran Surabaya – Ramadhan 1945
Ulama NU & pesantren di Jawa & Madura konsolidasi di Ramadhan 1945, persiapan jihad besar menghadapi agresi Sekutu di Surabaya (November 1945), semangat puasa jadi energi perjuangan.
Mobilisasi santri nasional untuk jihad kemerdekaan – Ramadhan 1364 H / 1945 M
Santri dari berbagai pesantren dimobilisasi di Ramadhan 1945, bergabung laskar & siap bertempur. Bulan suci jadi momentum bangkitkan semangat jihad mempertahankan Proklamasi 17 Agustus.
Baiat massal laskar santri nasional – Ramadhan 1364 H / 1945 M
Baiat massal santri & laskar di pesantren selama Ramadhan 1945, sumpah setia jihad fisabilillah demi kemerdekaan, jadi kekuatan moral besar pasca-Proklamasi.
Pengumpulan dana jihad nasional – Ramadhan 1364 H / 1945 M
Pengumpulan dana, infak, & zakat untuk jihad kemerdekaan digalakkan di Ramadhan 1945, dukung logistik laskar santri & rakyat menghadapi ancaman kolonial kembali.
Doa nasional & qunut nazilah massal di pesantren untuk kemerdekaan – Ramadhan 1364 H / 1945 M
Pesantren gelar doa bersama, qunut nazilah, & munajat massal di tarawih Ramadhan 1945, mohon pertolongan Allah untuk kemerdekaan & kemenangan jihad melawan penjajah.
Gerakan dakwah nasional kemerdekaan berbasis masjid & Ramadhan – 1364 H / 1945 M
Masjid & pesantren jadi pusat dakwah kemerdekaan di Ramadhan 1945: pengajian, tarawih, & ceramah semangat jihad, persatukan umat untuk pertahanan Republik Indonesia yang baru lahir.
📅 Kalender Ramadhan
Ramadhan 1447 H / Maret-April 2025 M
📚 Kisah Islami
🕐 Jadwal Shalat
📍 Jakarta & Sekitarnya
Ramadhan 1447 H / Maret 2025
| Tgl | Imsak | Subuh | Dzuhur | Ashar | Maghrib | Isya |
|---|
💎 Ayat, Hadits & Hikmah
🕌 Ngaji Ramadhan
📖 Al-Qur'an Ramadhan
Misyari Rasyid Alafasy – Murattal Full
Putar surah demi surah atau full juz. Cocok untuk tadarus & murottal saat tarawih.
🖼️ Poster Dakwah Ramadhan
Silahkan download poster lalu disebarkan misalnya melalui Status atau Grup WA dan media lainnya
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Artinya: "Barangsiapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya."
(HR. Muslim no. 1893)
💚 Dukungan & Donasi
Mari Dukung Keberlangsungan Media Belajar & Dakwah Gratis
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Alhamdulillah, selama ini kami berusaha menyediakan materi edukasi Ramadhan, fiqih, kuis interaktif, ceramah, doa, kisah islami, dan berbagai konten dakwah secara **gratis** untuk anak-anak, remaja, hingga dewasa — tanpa iklan yang mengganggu.
Semua ini dikerjakan semata-mata karena Allah SWT, dengan niat ibadah dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Dukung kami agar dakwah digital ini tetap bisa berlanjut (update konten baru, desain, dan pengembangan)
Jazakumullah khairan katsiran
Bank Syariah Indonesia (BSI)
3474004480
a.n. Ngubaidillah
📊 Progress Ibadah
💡 Progress dihitung otomatis berdasarkan hari Ramadhan
