Tadi ke Showroom Mobil untuk.....

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الرَّØ­ِÙŠْÙ…ِ

اللَّÙ‡ُÙ…َّ صَÙ„ِّ عَÙ„َÙ‰ Ù…ُØ­َÙ…َّدٍ

Assalamu’alaikum? Semoga Alloh senantiasa menjaga iman dan islam kita.

Tadi siang saya iseng mengunjungi showroom mobil. Walaupun belum membawa uang untuk beli, tapi setidaknya sekedar afirmasi dan mencari informasi mengenai harga dan sebagainya.
Sejatinya saya ingin sekali segera membeli mobil, karena mengingat sudah mempunyai anak dua, jika berkunjung ke rumah orang tua yang di lain kabupaten selalu cemas dan kasihan sama anak istri apalagi kalau sudah mendung dan turun hujan. Seakan tidak hanya air hujan yang turun, tapi juga air mata.
Ah tidak, saya harus bersyukur sudah diberi kendaraan motor. Ah tapi bagaimana pun juga tetap butuh mobil, mungkin ini sudah menjadi kebutuhan bukan lagi gaya-gayaan.

Mobil Apa?

Kalau saya inginnya mobil yang muat banyak orang. Karena saya mempunyai adik banyak, selain itu saya ingin sekali membonceng ayah, ibu dan adik-adik diajak jalan-jalan, menyenangkan orang yang paling berjasa dalam hidup saya.
Makanya saya ingin mobil Toyota Avanza, selain muat banyak orang juga harganya paling mudah dijangkau, tadi yang saya lihat Avanza tahun 2014 seharga 115.000.000. Selain itu juga disarankan untuk memilih Toyota Rush tahun 2012 seharga 145.000.000, seperti mobil yang saya naikin.
Ubay - Toyota Rush
Jika melihat harga mobil yang mecapai ratusan juta itu sejatinya hati ini langsung ciut, uang dari mana sebanyak itu, sedangkan uang di tabungan hanya berkisar 3juta, itu saja sudah mau dipakai. Mau minta ke orang tua sungguh tidak mungkin, karena mereka saja masih mengurusi adik-adik sekolah. Ah ya sudahlah, di showroom saya berdoa dan bersholawat, berusaha meyakini bahwa Alloh Maha Kaya, sangat mudah hanya memberi sebuah mobil. Saya pun pamit dengan pemilik showroom dengan jabat tangan disertai ucapan “mohon doanya pak, agar bisa membeli mobil njenengan/Anda”

Apa yang akan saya lakukan?

Setelah pulang dari showroom, saya menemui istri berdiskusi tentang impian saya dan dia yaitu membeli mobil. Saya meminta istri mengambil kertas untuk menyusun strategi. Kami pun melakukan pemetaan beberapa jalan yang bisa ditempuh untuk mewujudkan mobil, yaitu

1. Jalur Dunia

Yaitu jalan yang umumnya digunakan oleh kebanyakan orang dan bersifat matematika manusia atau penghitungan nalar, diantaranya:

a. Memakai Bank Riba (🚫❌)

Kami sepakat untuk tidak melakukan ini. Biarpun ada beberapa pihak yang menghalalkan Bank Riba, saya lebih condong ke yang mengharamkan. Bukan karena sok suci, cuma ingin mendapatkan keberkahan dari apa yang saya impikan. Apalagi jika melihat ancaman Alloh terhadap pelaku riba sangat menakutkan, ditambah lagi dengan “ending” cerita orang-orang yang erat dengan riba sangat mengerikan, itu saja baru di dunia.

b. Melakukan Kredit Syariah (⚠️)

Sebenarnya solusi dari transaksi riba yaitu transaksi murabahah yang ada di bank syariah biasanya (ah sama aja bank syariah dan konvensional, insha Alloh akan dibahas di lain tulisan). Di bank syariah kita bisa mengajukan pembiayaan. 
Misalnya saya mendatangi Bank Syariah (BS) lalu bilang jika ingin membeli mobil avanza di showroom X seharga 100.000.000, lalu BS membeli mobil itu ke showroom dengan cash. Setelah itu BS menjual mobil itu ke saya dengan cara kredit dan ditambah keuntungan yang telah disepakati. Misalnya keuntungan/margin nya 30.000.000, yang kemudian saya mencicil 3.612.000/bulan. Ini bukan riba, tapi jual beli (ah sama aja kalau gitu, insha Alloh akan dibahas di lain tulisan)
Insha Alloh jika dengan akad murabahah seperti ini 100% halal dan berkah, tapi belum tentu semua BS menerapkan sepenuhnya, makanya jika akan menggunakan BS benar-benar ditelusuri dulu.
Biarpun transaksi ini syar’I, sementara ini saya berencana tidak menggunakan jalan ini. Kenapa? Karena jalan ini bisa dikatakan Rugi Dunia (kalau Bank Riba, Rugi Dunia Akhirat). Sebabnya pertama jelas sekali saya rugi 30.000.000 misalnya, kedua mobil termasuk benda yang valuasi/nilai harganya selalu menurun beda dengan tanah.

c. Menabung (❓)

Sebenarnya cara yang paling aman adalah ini, yaitu menabung dari nol. Misalnya saya menabung 2.000.000/bulan, berarti perlu 50 bulan/4 tahun untuk terkumpul 100.000.000. Selain karena waktu lama, secara akhirat kurang menguntungkan. Karena uang yang selama 4 tahun ditabung, bisa dikatakan tidak mempunyai nilai pahala, sehingga seandainya saya mati sebelum membeli mobil, maka uang yang selama ini ditabung bisa dikatakan sia-sia bagi saya, karena hanya akan menjadi warisan. Tapi ini lebih bagus dari a-b.

d. Bisnis dulu (✅)

Ini cara yang paling tepat, tapi juga paling beresiko. Misal saya mempunyai uang 3.000.000 yang tidak mungkin bisa membeli mobil segera mungkin, maka dibuat modal bisnis dulu, kemudian dari hasil keuntungan itulah yang digunakan untuk membeli mobil. Tapi cara ini jarang digunakan, karena jarangnya orang yang bermental baja dalam berwirausaha, saya pun ada rasa ketakutan dalam mengambil jalan ini

2. Jalur Langit

Ini jalur keimanan yang paling susah, misalnya dengan sedekah. Karena saking yakinnya dengan Alloh, dia lebih memilih totalitas dalam berniaga dengan Alloh, yaitu sedekah sepenuhnya. Misalkan yang di atas menabung 2.000.000 untuk membeli mobil, maka 2.000.000 ini dia sedekahkan di jalan Alloh.
Saya sendiri belum sampai ke taraf keimanan ini.

Terus apa dong yang akan Ubay lakukan?

Sebelumnya hal seperti ini pernah saya rasakan. Yaitu ketika dulu masih ngontrak ingin sekali membeli rumah tapi memutuskan tidak mengambil jalur NgeRIBAnget dan lebih memilih menabung 600.000/bulan. Setelah dihitung, seharusnya rumah bisa terbeli dengan waktu +- 20 tahun, tapi karena lebih memilih jalan yang Alloh Ridhoi, akhirnya +- 1 tahun, bisa membeli rumah seharga 170.000.000 dan itu tanpa warisan. Baca selengkapnya ðŸ‘‰ Terwujud! Rumah Impian tanpa Riba
Makanya jalan yang hendak saya tempuh insha Alloh yaitu memadukan semua cara di atas, kecuali a dan b:

1. Menabung

Bagaimanapun juga saya manusia berakal yang masih mempunyai naluri menghitung, sehingga saya juga harus menabung, walaupun porsinya dikurangi untuk no.2

2. Sedekah

Jika sebelumnya sedekah hanya seadanya, maka Insha Alloh sedekah mulai sekarang terprogram, mempunyai target berapa dan ke siapa

3. Usaha

Usaha itu seperti wadah atau bak, jika ada air hujan tapi kita tidak punya wadah, maka tidak ada segayung air pun yang kita dapatkan. Makanya dengan memulai usaha, seperti kita menyediakan wadah untuk mewadahi rezeki yang hendak Alloh curahkan. Karena usaha yang dulu sudah mulai sepi, saya berencana mencoba usaha lain, atau melakukan inovasi usaha sebelumnya.

Selain itu juga berusaha merutinkan doa “Ya Alloh berilah kami mobil yang Berkah dan Mewah” tentunya berusaha dengan mengamalkan 👉 Tips Doa Mudah Terkabul
===========================
Cara-cara di ataslah yang dinamakan LibatinAlloh yang kemudian AndelinAlloh. Insha Alloh tulisan ini akan menjadi saksi bahwa siapapun yang lebih memilih Alloh, PASTI diberikan kemudahan dan keberkahan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Ø¥ِÙ†َّÙƒَ Ù„َÙ†ْ تَدَعَ Ø´َÙŠْئاً Ù„ِÙ„َّÙ‡ِ عَزَّ ÙˆَجَÙ„َّ Ø¥ِلاَّ بَدَّÙ„َÙƒَ اللَّÙ‡ُ بِÙ‡ِ Ù…َا Ù‡ُÙˆَ Ø®َÙŠْرٌ Ù„َÙƒَ Ù…ِÙ†ْÙ‡ُ
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Alloh, niscaya Alloh akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad)

Demikian coretan ubay hari ini

ALHAMDULILLAH...... ALLOH MEWUJUDKAN 

Semoga Alloh memberikan mobil yang Berkah dan Mewah untuk kita
Jazakumullah khairan
Jangan lupa untuk mengisi ðŸ‘‰  dan membaca ðŸ‘‰  
Banyumas, 8 Februari 2022
Ubay
Tags

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top