Kupas Tuntas Reksadana

Kupas Tuntas Reksadana - Panduan Super Lengkap dari Nol Sampai Mahir

📚 BELAJAR REKSADANA

Panduan Super Lengkap dari Nol Sampai Mahir

📈 Materi Saham
Belajar Reksadana - Panduan Lengkap

1. 📖 APA ITU REKSADANA?

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor) yang kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) untuk diinvestasikan ke dalam berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan pasar uang. Kata "Reksadana" berasal dari bahasa Sansekerta: "Reksa" berarti menjaga/memelihara dan "Dana" berarti uang/harta.

Secara hukum, reksadana diatur dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setiap produk reksadana wajib mendapat izin dari OJK sebelum dipasarkan kepada masyarakat, sehingga legalitas dan keamanannya terjamin.

Berbeda dengan deposito syariah yang memberikan bagi hasil tetap, reksadana memberikan potensi keuntungan yang lebih tinggi namun dengan risiko yang juga perlu dipahami. Dana yang terkumpul dari investor akan dikelola secara profesional oleh tim yang berpengalaman di bidang investasi.

💡 Poin Penting:

  • Kolektif: Dana dikumpulkan dari banyak investor
  • Profesional: Dikelola oleh Manajer Investasi berlisensi
  • Diversifikasi: Dana disebar ke berbagai instrumen
  • Terjangkau: Bisa mulai dari Rp10.000 saja
  • Legal: Diawasi ketat oleh OJK

2. 🔄 ANALOGI: SAHAM vs REKSADANA

📌 Sudah belajar saham? Baca dulu materi saham di sini untuk pemahaman lebih baik!

🍕 Analogi Pizza

🍕 SAHAM = Beli 1 Pizza Utuh

Kamu beli 1 pizza utuh (1 perusahaan). Kalau pizza itu enak dan laris, kamu untung besar. Tapi kalau rasanya jelek, kamu rugi sendiri. Kamu harus riset sendiri mana pizza (perusahaan) yang bagus.

🍕 REKSADANA = Beli Pizza Prasmanan

Kamu ikut prasmanan pizza bareng banyak orang. Ada koki profesional (MI) yang pilihkan berbagai jenis pizza terbaik. Meski satu pizza kurang enak, masih ada pizza lain yang enak.

🚗 Analogi Transportasi

🏎️ SAHAM = Nyetir Mobil Sendiri

  • Kamu yang pegang setir (keputusan)
  • Harus punya SIM (pengetahuan)
  • Bisa ngebut sesuka hati (potensi cuan besar)
  • Kalau nabrak, tanggung sendiri
  • Butuh waktu belajar nyetir

🚌 REKSADANA = Naik Bus

  • Ada supir profesional (MI)
  • Tinggal duduk manis
  • Sampai tujuan dengan aman
  • Bayar ongkos (fee)
  • Cocok untuk yang sibuk
ASPEK SAHAM REKSADANA
Modal Awal Min. 1 lot (100 lembar) bisa jutaan Mulai Rp10.000
Pengelola Kamu sendiri Manajer Investasi profesional
Waktu Perlu waktu analisis Praktis, tinggal pilih produk
Diversifikasi Harus beli banyak saham sendiri Otomatis terdiversifikasi
Risiko Tinggi (bisa rugi besar) Lebih terkontrol
Potensi Return Sangat tinggi (bisa 100%+) Moderat (5-20% per tahun)
Pengetahuan Perlu belajar analisis teknikal & fundamental Cukup pahami dasar-dasar
Biaya Fee broker 0.1-0.3% Management fee 1-3% per tahun
Cocok Untuk Investor aktif, punya waktu Pemula, investor sibuk

3. ⚙️ CARA KERJA REKSADANA

🔄 Alur Investasi Reksadana

1

Investor Menyetor Dana

Kamu dan ribuan investor lain menyetorkan dana ke reksadana. Dana ini dikumpulkan menjadi satu pool besar. Misalnya ada 10.000 investor yang masing-masing setor Rp1 juta, total dana kelolaan menjadi Rp10 miliar.

2

Manajer Investasi Mengelola

Tim profesional dari perusahaan Manajer Investasi (seperti Schroder, Mandiri Investasi, BNP Paribas) akan menganalisis pasar dan mengalokasikan dana ke berbagai instrumen sesuai jenis reksadananya.

3

Dana Diinvestasikan

Dana dialokasikan ke berbagai instrumen: saham perusahaan blue chip, obligasi pemerintah (SUN, ORI), deposito bank, dan instrumen pasar uang lainnya sesuai kebijakan investasi.

4

Bank Kustodian Menjaga

Bank Kustodian (seperti Bank Mandiri, BCA, CIMB) bertugas menyimpan dan mengamankan aset reksadana. Mereka juga menghitung NAB harian dan membuat laporan. Dana investor aman karena terpisah dari aset MI.

5

Investor Mendapat Keuntungan

Keuntungan dari investasi akan tercermin dalam kenaikan NAB (Nilai Aktiva Bersih). Saat kamu mau mencairkan, kamu jual unit penyertaan di harga NAB hari itu. Selisih harga beli dan jual adalah keuntunganmu.

🏛️ Pihak yang Terlibat:

1. Manajer Investasi (MI)

Perusahaan yang mengelola dana dan membuat keputusan investasi. Harus punya izin dari OJK.

2. Bank Kustodian

Menyimpan aset, menghitung NAB, dan membuat laporan. Menjamin keamanan dana investor.

3. Agen Penjual (APERD)

Platform atau bank yang menjual reksadana ke investor. Contoh: Bibit, Bareksa, bank.

4. OJK

Regulator yang mengawasi seluruh aktivitas reksadana dan melindungi investor.

4. 📊 JENIS-JENIS REKSADANA

💵 REKSADANA PASAR UANG (RDPU)

RISIKO RENDAH

Reksadana Pasar Uang menginvestasikan 100% dananya pada instrumen pasar uang dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Instrumen yang dibeli meliputi deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan obligasi dengan sisa jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

4-6%
Imbal hasil per tahun
<1 tahun
Jatuh tempo aset
Sangat Stabil
Fluktuasi NAB
✅ Cocok untuk: Dana darurat, parkir uang sementara, investor sangat konservatif, tujuan jangka pendek (<1 tahun)

📜 REKSADANA PENDAPATAN TETAP (RDPT)

RISIKO MENENGAH-RENDAH

Reksadana Pendapatan Tetap menginvestasikan minimal 80% dananya pada instrumen obligasi/surat utang. Sumber pendapatan berasal dari kupon obligasi yang dibayarkan secara berkala serta potensi capital gain dari kenaikan harga obligasi.

6-10%
Imbal hasil per tahun
≥80%
Alokasi obligasi
1-3 tahun
Horizon investasi
✅ Cocok untuk: Dana pendidikan anak, persiapan DP rumah, investor moderat, tujuan 1-3 tahun

⚖️ REKSADANA CAMPURAN (RDC)

RISIKO MENENGAH

Reksadana Campuran menginvestasikan dananya pada kombinasi saham, obligasi, dan pasar uang dengan alokasi fleksibel (masing-masing maksimal 79%). MI dapat mengatur alokasi sesuai kondisi pasar - menambah saham saat bullish, beralih ke obligasi saat bearish.

8-15%
Imbal hasil per tahun
Fleksibel
Alokasi aset
3-5 tahun
Horizon investasi
✅ Cocok untuk: Menikah, liburan besar, investor moderat-agresif, tujuan 3-5 tahun

📈 REKSADANA SAHAM (RDS)

RISIKO TINGGI

Reksadana Saham menginvestasikan minimal 80% dananya pada saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Potensi return paling tinggi namun dengan volatilitas yang juga tinggi. Cocok untuk investor dengan horizon waktu panjang dan mental kuat menghadapi fluktuasi.

10-25%
Imbal hasil per tahun
≥80%
Alokasi saham
>5 tahun
Horizon investasi
✅ Cocok untuk: Dana pensiun, warisan anak, kebebasan finansial, investor agresif, tujuan >5 tahun

📉 REKSADANA INDEX

PASIF

Reksadana Index bertujuan mengikuti pergerakan indeks acuan (seperti IDX30, LQ45, atau indeks obligasi) dengan membeli saham/obligasi sesuai komposisi indeks. Biaya pengelolaan lebih rendah karena tidak butuh analisis aktif. Cocok untuk investor yang percaya pasar efisien.

0.2-0.5%
Management fee
= Indeks
Target imbal hasil
Transparan
Portofolio

5. 💰 MEMAHAMI NAB (NILAI AKTIVA BERSIH)

📐 Apa itu NAB?

NAB (Nilai Aktiva Bersih) atau NAV (Net Asset Value) adalah harga per unit penyertaan reksadana. NAB dihitung setiap hari bursa oleh Bank Kustodian berdasarkan nilai pasar seluruh aset reksadana dikurangi biaya-biaya, lalu dibagi jumlah unit yang beredar.

📊 Rumus NAB

NAB = (Total Nilai Aset - Total Kewajiban) ÷ Jumlah Unit Beredar

💡 Contoh Perhitungan:

Reksadana ABC memiliki total aset Rp100 miliar, kewajiban Rp500 juta, dan unit beredar 50 juta unit.
NAB = (100.000.000.000 - 500.000.000) ÷ 50.000.000 = Rp1.990 per unit

🧮 Cara Menghitung Keuntungan

Contoh Kasus:

  • Modal investasi: Rp10.000.000
  • NAB saat beli: Rp2.000 per unit
  • Unit yang didapat: 10.000.000 ÷ 2.000 = 5.000 unit
  • Setelah 1 tahun, NAB naik jadi: Rp2.400 per unit
  • Nilai investasi sekarang: 5.000 × 2.400 = Rp12.000.000
  • Keuntungan: 12.000.000 - 10.000.000 = Rp2.000.000 (20%)

⚠️ Kalau Rugi:

  • NAB turun jadi: Rp1.800 per unit
  • Nilai investasi sekarang: 5.000 × 1.800 = Rp9.000.000
  • Kerugian: 10.000.000 - 9.000.000 = -Rp1.000.000 (-10%)

6. ✅ KEUNTUNGAN INVESTASI REKSADANA

1. 💵 Modal Kecil

Berbeda dengan saham yang membutuhkan modal minimal 1 lot (bisa jutaan rupiah), reksadana bisa dimulai dari Rp10.000 saja. Ini membuka peluang investasi untuk semua kalangan, termasuk mahasiswa dan pekerja dengan gaji UMR. Kamu bisa mulai investasi sambil belajar tanpa risiko besar.

2. 👨‍💼 Dikelola Profesional

Danamu dikelola oleh tim Manajer Investasi yang berpengalaman dan berlisensi. Mereka memiliki akses ke riset mendalam, data pasar real-time, dan pengalaman bertahun-tahun. Kamu tidak perlu pusing menganalisis laporan keuangan atau memantau pasar setiap hari.

3. 📊 Diversifikasi Otomatis

Dengan modal kecil, danamu sudah tersebar ke puluhan bahkan ratusan instrumen investasi. Prinsip "don't put all eggs in one basket" terpenuhi secara otomatis. Jika satu saham turun, masih ada saham lain yang bisa menutupi kerugian.

4. 💧 Likuiditas Tinggi

Reksadana bisa dicairkan kapan saja (kecuali reksadana terproteksi). Proses pencairan biasanya memakan waktu 1-7 hari kerja tergantung jenis reksadana. Dana darurat tetap bisa diakses saat dibutuhkan, berbeda dengan deposito yang ada penalti jika dicairkan sebelum jatuh tempo.

5. 🛡️ Aman dan Legal

Reksadana diawasi ketat oleh OJK dan dana investor disimpan terpisah di Bank Kustodian. Jika Manajer Investasi bangkrut, dana investor tetap aman karena bukan bagian dari aset perusahaan MI. Transparansi terjaga dengan laporan bulanan dan fund fact sheet.

6. 🎯 Efisiensi Pajak

Keuntungan dari reksadana (selain reksadana saham) tidak dikenakan pajak penghasilan untuk investor individu. Ini berbeda dengan deposito yang dipotong pajak 20%. Pajak hanya dikenakan di level reksadana, bukan di level investor.

7. ⚠️ RISIKO INVESTASI REKSADANA

⚠️ PENTING: Reksadana BUKAN deposito. Tidak ada jaminan keuntungan dan nilai investasi bisa turun. Pahami risikonya sebelum berinvestasi!

1. 📉 Risiko Pasar (Market Risk)

Nilai investasi bisa turun mengikuti kondisi pasar. Saat IHSG turun, reksadana saham juga cenderung turun. Faktor makro ekonomi seperti inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan kondisi politik global mempengaruhi pergerakan pasar.

Mitigasi: Investasi jangka panjang, diversifikasi ke berbagai jenis reksadana

2. 💧 Risiko Likuiditas

Dalam kondisi pasar ekstrem, bisa terjadi kesulitan menjual aset reksadana sehingga pencairan dana tertunda. Meskipun jarang terjadi, risiko ini pernah muncul saat krisis 2008 dan pandemi 2020.

Mitigasi: Pilih reksadana dengan AUM besar dan dari MI terpercaya

3. 🏢 Risiko Manajer Investasi

Kinerja reksadana sangat bergantung pada keputusan MI. MI yang kurang kompeten atau membuat keputusan investasi yang salah bisa menyebabkan kerugian. Meski dana aman di Bank Kustodian, kinerja investasi tetap dipengaruhi kualitas MI.

Mitigasi: Pilih MI dengan track record bagus dan AUM besar

4. 💰 Risiko Suku Imbalan

Khusus untuk reksadana pendapatan tetap, kenaikan suku imbalan acuan akan menurunkan harga obligasi sehingga NAB ikut turun. Ini karena obligasi dengan kupon tetap menjadi kurang menarik dibanding obligasi baru dengan kupon lebih tinggi.

Mitigasi: Perhatikan kebijakan Bank Indonesia, investasi jangka panjang

5. 🏛️ Risiko Kredit (Default Risk)

Risiko penerbit obligasi tidak mampu membayar kupon atau pokok utang. Jika perusahaan yang obligasinya dimiliki reksadana mengalami gagal bayar, nilai reksadana akan terdampak negatif.

Mitigasi: Pilih reksadana yang mayoritas berinvestasi di obligasi pemerintah atau korporasi rating tinggi

📊 Tingkat Risiko per Jenis Reksadana

Pasar Uang Rendah
Pendapatan Tetap Menengah-Rendah
Campuran Menengah
Saham Tinggi

8. 💸 BIAYA-BIAYA REKSADANA

Sebagai investor, penting untuk memahami berbagai biaya dalam reksadana. Biaya-biaya ini akan mempengaruhi imbal hasil investasimu. Semakin rendah biaya, semakin optimal keuntunganmu.

Jenis Biaya Besaran Keterangan Kapan Dikenakan
Subscription Fee 0-2% Biaya saat pembelian Sekali saat beli
Redemption Fee 0-2% Biaya saat penjualan Sekali saat jual
Management Fee 0.5-3%/tahun Biaya pengelolaan MI Sudah termasuk di NAB
Custodian Fee 0.1-0.25%/tahun Biaya Bank Kustodian Sudah termasuk di NAB
Switching Fee 0-0.5% Biaya pindah produk Saat switching

💡 Tips Hemat Biaya:

  • Pilih platform yang no subscription fee & redemption fee (Bibit, Bareksa, dll)
  • Bandingkan management fee antar produk sejenis
  • Reksadana Index biasanya punya fee lebih rendah
  • Hindari switching terlalu sering untuk minimalisir biaya
  • Baca Fund Fact Sheet untuk detail biaya lengkap

9. ☪️ REKSADANA SYARIAH - INVESTASI BERKAH

☪️

PILIH REKSADANA SYARIAH

Investasi Halal, Berkah Dunia Akhirat

Reksadana Syariah adalah reksadana yang pengelolaan dan kebijakan investasinya mengacu pada prinsip-prinsip syariah Islam. Diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang memastikan setiap investasi sesuai dengan fatwa DSN-MUI. Pilihan tepat untuk Muslim yang ingin investasi tanpa khawatir dengan kehalalan dananya.

✅ Kriteria Investasi Syariah

🚫 DILARANG (Haram)

  • Riba (bunga bank konvensional)
  • Gharar (ketidakjelasan/spekulasi)
  • Maysir (judi/untung-untungan)
  • Alkohol & minuman keras
  • Babi & turunannya
  • Tembakau & rokok
  • Perjudian & kasino
  • Senjata & amunisi
  • Pornografi & hiburan haram
  • Perbankan konvensional

✅ DIBOLEHKAN (Halal)

  • Saham perusahaan halal (DES)
  • Sukuk (obligasi syariah)
  • Deposito syariah
  • Instrumen pasar uang syariah
  • Sektor consumer goods halal
  • Infrastruktur & properti
  • Teknologi & telekomunikasi
  • Kesehatan & farmasi halal
  • Pertambangan & energi
  • Transportasi & logistik

📊 Batasan Rasio Keuangan Syariah

Perusahaan yang masuk Daftar Efek Syariah (DES) harus memenuhi kriteria keuangan:

< 45%
Rasio utang berbasis bunga terhadap total aset
< 10%
Pendapatan non-halal terhadap total pendapatan

🏆 Keunggulan Reksadana Syariah

☪️
Bebas dari Riba

Tidak ada unsur bunga yang diharamkan dalam Islam

🛡️
Diawasi DPS

Dewan Pengawas Syariah memastikan kepatuhan syariah

💚
Investasi Etis

Tidak mendanai bisnis yang merugikan masyarakat

📈
Return Kompetitif

Kinerja tidak kalah dengan reksadana konvensional

🤲
Berkah Dunia Akhirat

Ketenangan hati karena investasi halal

🌟 Rekomendasi Reksadana Syariah Populer:

  • RDPU Syariah: Mandiri Investa Pasar Uang Syariah, BNI-AM Dana Lancar Syariah
  • RDPT Syariah: Mandiri Investa Sukuk Syariah, Schroder Dana Prestasi Amanah
  • RDC Syariah: Syailendra Sharia Balanced Fund, PNM Syariah
  • RDS Syariah: Manulife Syariah Sektoral Amanah, Schroder Syariah Balanced Fund

10. 🎯 CARA MEMILIH REKSADANA YANG TEPAT

📋 Langkah Pemilihan Reksadana

1

Tentukan Tujuan Keuangan

Apa tujuanmu? Dana darurat (RDPU), pendidikan anak 3 tahun (RDPT/RDC), atau pensiun 20 tahun lagi (RDS)? Tujuan menentukan jenis reksadana yang tepat.

2

Kenali Profil Risikomu

Seberapa kuat mentalmu menghadapi penurunan nilai investasi? Konservatif (RDPU), Moderat (RDPT/RDC), atau Agresif (RDS)?

3

Cek Track Record MI

Lihat kinerja historis 1, 3, 5 tahun terakhir. Bandingkan dengan benchmark dan produk sejenis. Pilih MI dengan konsistensi kinerja yang baik.

4

Perhatikan AUM (Asset Under Management)

Pilih reksadana dengan AUM minimal Rp100 miliar untuk likuiditas yang baik. AUM terlalu kecil berisiko ditutup jika tidak berkembang.

5

Bandingkan Biaya

Cek management fee, subscription fee, dan redemption fee. Biaya yang lebih rendah berarti lebih banyak return yang masuk ke kantongmu.

6

Baca Fund Fact Sheet

Dokumen resmi yang berisi komposisi portofolio, kinerja historis, dan informasi lengkap produk. Wajib dibaca sebelum investasi!

🎯 Quick Guide Berdasarkan Tujuan:

Dana Darurat (6-12 bulan) RDPU Syariah
DP Rumah (1-3 tahun) RDPT Syariah
Menikah (2-5 tahun) RDC Syariah
Pendidikan Anak (5-15 tahun) RDS Syariah
Pensiun (>10 tahun) RDS Syariah

11. 📱 PLATFORM INVESTASI REKSADANA

Kamu bisa membeli reksadana melalui berbagai platform yang sudah terdaftar dan diawasi OJK. Pilih platform yang sesuai dengan kebutuhanmu:

📲 Fintech/Aplikasi

Praktis, bisa dari HP, pilihan produk banyak, fitur lengkap

Bibit Bareksa Tanamduit IPOTFUND Ajaib Pluang

🏦 Bank

Cocok yang sudah punya rekening di bank tersebut

BCA Mandiri BNI BRI CIMB BSI

🏢 Manajer Investasi Langsung

Akses langsung ke produk MI tertentu

Mandiri Investasi Schroder Manulife BNP Paribas

⚠️ Pastikan Platform Legal!

Selalu cek platform sudah terdaftar di OJK sebagai APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana). Cek di: ojk.go.id atau hubungi OJK 157. Jangan tergiur investasi bodong!

12. 🎯 STRATEGI INVESTASI REKSADANA

1. 💰 Dollar Cost Averaging (DCA)

Investasi rutin dengan nominal tetap setiap periode (misalnya Rp500.000/bulan). Strategi ini mengurangi risiko timing pasar. Saat NAB turun, kamu dapat lebih banyak unit. Saat NAB naik, nilai investasimu bertambah. Rata-rata harga beli menjadi lebih optimal.

✅ Cocok untuk: Pemula, investor dengan pendapatan rutin, tujuan jangka panjang

2. 📊 Lump Sum

Investasi sekaligus dalam jumlah besar di satu waktu. Cocok jika kamu yakin pasar akan naik atau punya dana nganggur yang cukup besar (bonus, warisan, dll). Risiko lebih tinggi karena timing sangat menentukan.

✅ Cocok untuk: Investor berpengalaman, punya dana besar, yakin timing pasar

3. ⚖️ Rebalancing

Menyesuaikan alokasi portofolio secara berkala (biasanya per 6 bulan atau 1 tahun) agar tetap sesuai profil risiko. Misalnya target alokasi 60% RDS dan 40% RDPT. Jika RDS naik jadi 70%, jual sebagian dan beli RDPT.

✅ Cocok untuk: Investor dengan portofolio multiple, disiplin jangka panjang

4. 🎢 Buy on Dip

Membeli reksadana saat harga turun (koreksi/crash). Butuh dana cadangan dan mental kuat untuk "melawan arus". Risiko: bisa saja harga terus turun (catching falling knife). Kombinasikan dengan DCA untuk hasil optimal.

✅ Cocok untuk: Investor berpengalaman, punya dana cadangan, mental kuat

13. 🧾 PAJAK REKSADANA

📋 Ketentuan Pajak Reksadana

Salah satu keunggulan reksadana adalah efisiensi pajak. Berikut ketentuan pajak yang berlaku:

Jenis Reksadana Pajak Pembagian Hasil Pajak Capital Gain Keterangan
Pasar Uang - 0% Bebas pajak untuk investor individu
Pendapatan Tetap - 0% Bebas pajak untuk investor individu
Campuran - 0% Bebas pajak untuk investor individu
Saham 10% (final) 0% Pajak dividen dipotong di level reksadana

💡 Keuntungan Pajak vs Deposito:

Deposito: Imbalan dipotong pajak 20% final
Reksadana: Keuntungan tidak dipotong pajak (kecuali dividen RDS)
Contoh: Jika dapat imbalan deposito Rp10 juta, yang diterima hanya Rp8 juta. Sedangkan keuntungan reksadana Rp10 juta, ya dapat Rp10 juta!

14. 💡 TIPS INVESTASI UNTUK PEMULA

1️⃣

Mulai dari Dana Darurat

Sebelum investasi agresif, pastikan punya dana darurat 6-12 bulan pengeluaran di RDPU Syariah. Ini adalah pondasi keuangan yang wajib dimiliki.

2️⃣

Investasi Rutin (DCA)

Sisihkan 10-20% gaji untuk investasi rutin setiap bulan. Aktifkan auto-invest agar konsisten. Anggap seperti "menggaji dirimu sendiri".

3️⃣

Jangan Panik saat Turun

Penurunan adalah hal normal. Jangan jual saat panik! Justru ini kesempatan beli dengan harga murah. Ingat: investasi jangka panjang akan melewati banyak naik turun.

4️⃣

Diversifikasi Portofolio

Jangan taruh semua dana di satu jenis reksadana. Sesuaikan alokasi dengan tujuan dan jangka waktu masing-masing. Contoh: 30% RDPU, 30% RDPT, 40% RDS.

5️⃣

Pilih Reksadana Syariah 🌟

Untuk ketenangan hati dan keberkahan, pilih reksadana syariah. Return tidak kalah dengan konvensional, tapi lebih berkah karena bebas dari unsur riba, gharar, dan maysir.

6️⃣

Review Berkala

Evaluasi portofolio setiap 6-12 bulan. Cek apakah masih sesuai dengan tujuan dan profil risiko. Lakukan rebalancing jika diperlukan.

15. 🧮 SIMULATOR INVESTASI REKSADANA

📊 Hitung Potensi Investasimu

☪️

INVESTASI BERKAH BERSAMA REKSADANA SYARIAH

"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."
(QS. At-Talaq: 2-3)

Pilih investasi halal untuk keberkahan dunia dan akhirat 🤲

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top